Sederhananya, aktor atau aktris yang baik memainkan lakon di bawah tuntunan peran dan keinginan sutradara. Sementara sang sutradara yang baik, mampu mengarahkan aktor dan aktrisnya tidak hanya sekedar berakting. Namun dapat mencapai tahap menghayati perannya.

Persepsi ideal ini membuat si pemain harus mampu bermain di bawah arahan siapa pun sutradaranya. Demikian juga dengan sutradara. Ia sanggup bekerjasama dengan siapa pun aktor dan aktris.

Dalam sejarah produksi film Hollywood ada director yang lebih dari dua kali bekerjasama dengan aktor yang sama. Kemungkinan yang muncul, bisa jadi faktor chemistry antara keduanya. Atau mungkin juga kolaborasi mereka sukses di film pertama, kemudian penasaran untuk melanjutkan di proyek film berikut.

David Fincher (thatfilmguy.co.uk)

Seperti halnya sutradara dua dominasi Oscar, David Fincher. Pembesut The Social Network ini tiga kali terlibat pembuatan film dengan Brad Pitt.

Read the rest of this entry »

Kontes Robot Indonesia (KRI) 2011 di Universitas Gadjah Mada menyajikan tiga kategori kompetisi, Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI), dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) yang terbagi atas Robot KRCI Beroda, Robot Berkaki, dan Robot Battle. Kompetisi yang diikuti 101 tim dari 51 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) ini berlangsung dua hari ini, Sabtu-Minggu (11-12/6).

Pengunjung memperhatikan robot yang dipamerkan dalam Kontes Robot Nasional Indonesia 2011

Setelah melalui kompetisi yang menegangkan, tim Barelang 5.1 dari Politeknik Negeri Batam menjadi juara kategori KRI. Di final, tim Balerang menang dengan angka tipis atas juara bertahan Tim P-Next dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Final berlangsung di Graha Sabha Pramana UGM, Minggu (12/6).

Kedua tim beradu cepat untuk merangkai sebanyak mungkin krathong (karangan bunga) pada candle base. Tema lomba kali ini adalah “Larungan” yang mengadaptasi “Loy Krathong” yang berarti melarung bungai teratai. Tema ini juga merupakan tema untk lomba ABU (Asia-Pacific Broadcasting Union) Robocon 2011 di Bangkok Thailand bulan September mendatang. Sedangkan juara III diraih Tim Harm-Vy (ITS Surabaya).

Untuk kategori KRCI Beroda, juara I diraih Tim Hamazar (Institut Teknologi Telkom Bandung), juara II Tim R2C- Deus Vult (Universitas Kristen Satyawacana Salatiga), dan juara III Tim Warfire (UGM). Sementara KRCI berkaki, juara I diraih tim Aqabah (ITB), diikuti Barelang 2.1 (Politeknik Negeri Batam), dan Revecto (UI).

Untuk KRCI “Battle”, juara I adalah E-1205 (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), juara II Tim Barelang 4.1 (Politeknik Negeri Batam), dan juara III Tim R2C-R7 (Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga).

Untuk kategori KRSI, juara I diraih Tim Pandji Asmorobangun (UI), juara II Satria 177 (Institut Teknologi Telkom Bandung), dan juara III Be-Mask 2 (STMIK Teknokrat Telkom Bandar Lampung).

Beradu cepatBersiap adu penaltiTari robot

Menjadi manajer di tengah kekejaman industri sepakbola seperti di era gemerlapnya Premier League saat ini memang tak mudah. Faktor tuntutan meraih prestasi, ekspos media pada tim dan para presiden “labil” melipatgandakan level kesulitan sang nahkoda.

“Saya beruntung tidak memulai karir sebagai pelatih di masa ini karena manajemen adalah industri yang sangat kejam,” kata Sir Alex Ferguson di Daily Mail.

Sebelum berhasil mengumpulkan 36 trofi dalam 24 tahun bersama Manchester United, dirinya adalah pelatih yang memiliki kriteria lebih dari cukup untuk dipecat bila menggunakan standar penelian masa sekarang.

Fergie masuk Old Trafford November 1986. Di akhir musim, MU nangkring di posisi 11. Musim berikut, langsung menjadi runner-up di bawah Liverpool. Modal yang bagus untuk memulai musim selanjutnya. Optimisme tersebut muncul, namun kandas oleh kekecewaan. Sembilan laga awal musim tanpa meraih kemenangan. Akhirnya, The Red Devils hanya finish di papan tengah.

Sir Alex Ferguson/bolakita

Hal yang sama terjadi di musim berikutnya atau 1989/1990. Bermodal pemain mahal seperti Paul Ince dan Gary Pallister, MU hanya berada di tepi jurang degradasi menjelang Natal. Fans mulai bersuara, minta Fergie dipecat. Bila ia mengalami hal itu sekarang, dapat dipastikan ia sudah menganggur.

Tapi chairman MU saat itu, Martin Edwards berusaha meyakinkan direksi untuk mempertahankan Fergie. Keyakinan Edwards terbayar di penghujung musim. Skuad MU memenangi Piala FA 1990. Ini gelar yang membuka gerbang kejayaan klub.

Di akhir musim Premier League 2010/2011, ayah tiga anak ini berhasil membawa MU meraih gelar juara liga ke-19, atau rekor terbanyak di negeri Ratu Elizabeth II saat ini. Unggul satu gelar atas Liverpool. Sebelumnya, rekor tersebut dipertahankan Liverpool sejak 1990 silam. Bagi Fergie, ini gelar ke-12 buat MU. Selanjutnya, ia mengoleksi 5 gelar FA Cup, 4 Piala Liga, 9 Community Shield, 2 gelar Liga Champions, 1 Piala Winner, 1 Piala Super, 1 Piala Intercontinental, dan 1 Piala Dunia Antar Klub FIFA.

Dalam ulasannya di tabloid Bola, Sapto Haryo Rajasa mengungkapkan, jika dikaitkan dengan total piala MU sejak berdiri 1878, lelaki yang gemar memasang taruhan di lintasan balap kuda ini mengontribusikan 63% dari 57 gelar United.

Sapto menilai, tidak hanya dari sisi prestasi. Menurutnya, Fergie juga spesial dari sudut pandang kestabilan yang dihadirkan lelaki bergelar OBE (Officer of the Order of the British Empire) dan CBE (Commander of the Order of the British Empire) tersebut di Theatre of Dream.

Fergie, lanjut Sapto, melakoni laga dengan puluhan bahkan ratusan pemain berbeda. Kombinasi antara bintang lapangan hijau yang sudah jadi, pemain semanjana tapi dengan jiwa petarung tinggi, serta legiun muda yang bersedia belajar serius untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.

Read the rest of this entry »

The Virgin dan Endank SoekamtiDuet panggungDara Sang PerawanJ-RockKembang Api

Dara dan Mitha The Virgin di Liquid CafeThe Virgin dan Endank SoekamtiDuet di stageDara Sang PerawanJ-RockKembang apiMitha dan Dara on the stage

Sheila On 7 saat tampil dalam “One Day Charity” Care for Japan di Jogja Expo Center, Sabtu (26/3).

Eross dan Duta

Pahlawan Bergitar

Yayasan Royal Silk bekerja sama dengan Hoshizora Foundation, Yayasan Girlan Nusantara, Atsuki Community, Jogjakarta Enterpreneur Center menggelar “One Day Charity”. Acara yang mengangkat tema “Jogja Care for Japan – Let’s Support and Learn from Japan” ini, dimaksudkan untuk menunjukkan kepedulian terhadap bencana yang menimpa Jepang beberapa waktu yang lalu.

Ketua Panitia Jogja Care for Japan, GKR Pembayun menjelaskan, sebagai puncak acara “One Day Charity” diselenggarakan satu hari penuh di Jogja Expo Center, Sabtu (26/3).

“Acara ini bertujuan untuk menggalang dana secara spontan. Nantinya, bantuan akan diserahkan kepada masyarakat Hiroshima, Sendai dan Miyagi melalui kedutaan Jepang di Jakarta,” kata GKR Pembayun.

Serahkan Bantuan

Sebelumnya, Hoshizora Community mengawali aksi solidaritas dengan mengajak adik bintang (penerima beasiswa Hoshizora) mengadakan penggalangan dana di berbagai sekolah di DIY.

Hal yang sama dilakukan Atsuki Community yang bekerjasama dengan beberapa komunitas cosplay di Yogyakarta. Mereka mengadakan mengadakan aksi penggalangan dana di beberapa tempat strategis kota Yogyakarta.

Selain itu, bersama anak-anak Atsuki membuat 1000 origami burung bangau serta mengumpulkan 1000 tanda tangan di Titik Nol Kilometer, sebagai simbol empati kepada masyarakat Jepang.

Perhelatan acara puncak diisi booth display kebudayaan Jepang. Antara lain, Yukata Photo Session, Origami, Ikebana, dan aksi seni beladiri Jepang. Kemudian, kuliner Jepang serta performance berbagai komunitas di Yogyakarta.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga sempat melakukan teleconference dengan penyiar Radio NHK di Jepang. Sementara, GKR Pembayun berbincang mengenai kondisi Jepang aktual dengan Ambassador UNESCO untuk Perdamaian, Mrs. Sai Horiko. Ini juga lewat teleconference.

Sesi fund raising night juga dimeriahkan dengan penampilan pantomin Djemek Supardi yang diiringi permainan gamelan. Dan, aksi memikat sekaligus membuat tawa oleh penari Didik Nini Thowok.

Didik Nini Thowok

Donasi sebesar Rp 165 juta lebih dan ditambah bantuan Provinsi DIY Rp 100 juta diserahkan secara simbolis oleh Sri Sultan kepada Presiden Jakarta Japan Club, Mr. Yamazaki. Puncak acara dimeriahkan dengan penampilan band Sheila On 7. Mereka menyanyikan enam lagu, yang disambut meriah Sheila Gank.

Sawung Jabo, Bugiakso, J. Kubro, dan musisi lainnya soft launching album kompilasi Indonesia Satu Hati di Planet Pyramid, Minggu (20/3).

Beberapa musisi, seniman dan budayawan bergabung dalam sebuah album kompilasi untuk kemanusiaan, bertajuk Trance Compilation “Indonesia Satu Hati”. Album dalam bentuk CD ini terdiri dari 9 karya komposisi musik, lagu, dan puisi.

Kompilasi produksi Menjadi Indonesia Work ini, melibatkan beberapa musisi antara lain Mustofa Bisri atau Gus Mus, Sawung Jabo dan Langit, Charly ST 12, Totok Tewel, Bugiakso, Masanies, Y. Kubro, Baba feat Shati, serta Aik Arkha dan Helmy yang disupport Eross Candra (Sheila On 7).

Program Direktur, Y. Kubro mengatakan, album ini didasari sebuah semangat untuk mewujudkan rasa kebersamaan dalam mengurangi beban masyarakat yang tertimpa bencana di Indonesia. Tahun lalu, bencana berantai terjadi di Wasior, Mentawai, dan Gunung Merapi.

“Dalam jangka panjang diharapkan menjadi media untuk menggalang dana yang akan disumbangkan kepada korban bencana alam. Copy pertama 10 ribu CD akan disebar di berbagai wilayah Indonesia,” katanya saat soft launching di Planet Pyramid, Bantul, Minggu (20/3).

Selain itu, lanjut dia, ‘Indonesia Satu Hati’ merupakan album mediasi bagi musisi dan seniman yang terlibat dalam menyampaikan pesan-pesan sosial maupun invidualnya. Salah satunya, dapat menjadi media refleksi untuk memberdayakan nilai-nilai kemanusiaan.

Musisi Sawung Jabo dan Langit saat tampil dalam soft launching album kompilasi Indonesia Satu Hati di Planet Pyramid, Minggu (20/3).

Dalam waktu dekat akan diselenggarakan grand launching dengan tajuk konser kolosal Indonesia Satu Hati yang melibatkan seluruh artis dan 400 pendukung dari berbagai bidang seni.

Februari hingga akhir Maret lalu, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan tiga kali aksi menolak Kartu Identitas Kendaraan (KIK).

Pertama, aksi yang dilakukan puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM dan Aliansi BEM se-UGM. Aksi simpatik “Anti Komersialisasi Kampus” di bunderan UGM ini, merupakan tindak lanjut atas kebijakan disinsentif KIK yang berlaku mulai 1 Februari 2011.

Kebijakan ini mewajibkan mahasiswa ataupun masyarakat umum yang tidak bisa menunjukkan KIK saat memasuki kawasan UGM, membayar Rp 1.000 untuk sepeda motor dan Rp 2.000 untuk mobil.

Presiden Mahasiswa BEM KM UGM, Luthfi Hamzah menyatakan, menolak diberlakukannya KIK, karena tidak relevan menjawab permasalahan kepadatan kendaraan bermotor, polusi udara, kecelakaan dan keamanan di dalam kampus. Selain itu, mekanisme disinsentif dengan menggunakan uang, tambahnya sebagai bentuk komersialisasi kampus.

“Secara sistemik dan jangka panjang pemberlakuan KIK dan disinsentif  ini tidak menjawab permasalahan,” katanya, Selasa (1/2).

Aksi tolak KIK, Selasa (1/2).

Menurutnya, pembatasan akses masuk kampus, cenderung tidak relevan dengan  kondisi geografis UGM yang berada di tengah-tengah lalu lintas masyarakat umum Yogyakarta. Apalagi, lanjut dia hal ini tidak mencerminkan karakter kerakyatan UGM.

Peserta aksi juga menuntut maksimalisasi kinerja Satuan Keamanan Kampus (SKK) untuk keamanan kampus.

“Mengantisipasi masalah kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas di dalam kampus berkaitan dengan maksimalnya pengamanan SKK, bukan diberlakukannya KIK atau tidak,” tandas Luthfi.

Tak hanya menuntut, mahasiswa mencoba menawarkan solusi dengan mengajukan pengadaan transportasi publik yang memadai, baik internal maupun eksternal kampus.

Menurut Luthfi, kendaraan bermotor pribadi milik mahasiswa menjadi banyak karena transportasi publik yang ada di lingkungan UGM tidak memadai dan terbatas waktu. Kondisi ini memaksa mahasiswa memilih logika private dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Selang sebulan kemudian, puluhan mahasiswa kembali melakukan aksi protes menolak KIK. Mereka tergabung dalam Gerakan Tolak Komersialisasi Kampus (Gertak) UGM. Aksi tersebut diawali long march dari kampus Fakultas Hukum UGM menuju Boulevard UGM, Selasa (1/3).

Read the rest of this entry »

Selama lima hari, 13-17 Februari, Pekan Budaya Tionghoa berlangsung di kawasan Ketandan Yogyakarta dalam rangka perayaan tahun baru China.  Karnaval budaya dengan rute Taman Parkir Abu Bakar Ali – Jalan Malioboro dan berakhir di titik nol kilometer, mengawali pembukaan pekan budaya ini.

Barongsai warna-warni

Rombongan kerajaan

Iringan-iringan

Meriah

LPK Natya Lakshita Didik Nini Towok

Beraksi

Dominan merah

Liong atau Naga sepanjang 126 meter

Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Yogyauntuk Ahmadiyah melakukan aksi di Tugu Yogyakarta, 7 Februari lalu. Mereka mengutuk aksi penyerangan dan pembunuhan terhadap jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Minggu (6/2) yang melukai puluhan dan menewaskan 3 orang.

Dari berbagai latar belakang

Bendera setengah tiang

Nyalakan lilin

Shalat Gaib

Indonesiaku beragam

FACE

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 8,941 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.