Sederhananya, aktor atau aktris yang baik memainkan lakon di bawah tuntunan peran dan keinginan sutradara. Sementara sang sutradara yang baik, mampu mengarahkan aktor dan aktrisnya tidak hanya sekedar berakting. Namun dapat mencapai tahap menghayati perannya.
Persepsi ideal ini membuat si pemain harus mampu bermain di bawah arahan siapa pun sutradaranya. Demikian juga dengan sutradara. Ia sanggup bekerjasama dengan siapa pun aktor dan aktris.
Dalam sejarah produksi film Hollywood ada director yang lebih dari dua kali bekerjasama dengan aktor yang sama. Kemungkinan yang muncul, bisa jadi faktor chemistry antara keduanya. Atau mungkin juga kolaborasi mereka sukses di film pertama, kemudian penasaran untuk melanjutkan di proyek film berikut.
Seperti halnya sutradara dua dominasi Oscar, David Fincher. Pembesut The Social Network ini tiga kali terlibat pembuatan film dengan Brad Pitt.
Tahun 1995 adalah saat pertama kali dia men-direct Pitt lewat film Se7en. Pemilik nama lengkap David Leo Fincher ini, mendaulat Pitt sebagai detektif David Mills. Pitt beradu akting dengan Morgan Freeman dan Gwyneth Paltrow.
Se7en bercerita soal perburuan dua detektif, pemula dan veteran, untuk menemukan pembunuh berantai yang menggunakan tujuh dosa mematikan sebagai modus operandi-nya. Film ini berada di posisi 27 Top 250 Movies versi IMDb (The Internet Movie Database).
Empat tahun kemudian, Fincher kembali bersama William Bradley Pitt. Kali ini bertajuk Fight Club, yang mengisahkan seorang karyawan kantor dan seorang salesman sabun membangun sebuah organisasi global. Walau hanya mendapat satu dominasi Best Effects dan Sound Effects Editing pada pergelaran Academy Award tahun 2000, film ini berada di posisi 14 Top 250 Movies IMDb.
Lepas dari Fight Club, Pitt bermain dalam beberapa film di luar arahan Fincher. Antara lain, Ocean’s Eleven, Troy, Ocean’s Twelve, Mr. & Mrs. Smith (bersama Angelina Jolie dan sekarang mereka hidup bersama). Lalu ada Babel, Ocean’s Thirteen, dan Burn After Reading.
Tahun 2008, Fincher kembali menggandeng Pitt dalam film The Curious Case of Benjamin Button. Film yang bercerita soal kisah Benjamin Button (diperankan Pitt) – seorang pria yang memulai hidupnya dari tua dan mundur ke masa muda. Kisah ini berhasil membawa Fincher menjadi nominasi sutradara terbaik di ajang Academy Award 2009. Ini pertama kalinya Fincher mendapat nominasi Oscar. Akting Pitt pun diganjar nominasi aktor terbaik. Walau tak ada satu pun yang menang akhirnya.
Secara keseluruhan dari 13 nominasi, termasuk untuk kategori film terbaik, The Curious Case of Benjamin Button berhasil memenangkan tiga piala Oscar. Masing-masing penghargaan untuk Best Achievement in Art Direction, Best Achievement in Makeup dan Best Achievement in Visual Effects.
Fincher pernah berkata, “Saya tidak tahu apa-apa tentang pertimbangan Academy. Saya tidak tahu apa penghargaan film ini.”
Pria kelahiran Denver, Colorado ini juga dikenal sebagai sutradara video music. Di antaranya, untuk Madonna, Sting, The Rolling Stones, Michael Jackson, Aerosmith, George Michael, dan Iggy Pop.
Bagi Fincher menyutradai bukan hanya tentang menggambarkan picture kecil yang rapi dan menunjukkan kepada kameramen. Ia mengaku tidak ingin pergi ke sekolah film. “Faktanya, Anda tidak tahu menyutradai adalah sampai matahari terbenam dan Anda harus mendapatkan lima shoot dan hanya akan mendapatkan dua,” ujarnya.
Ia mengatakan, sifat kepribadian yang membantunya menjadi sutradara adalah agresif. Selain itu, menghadirkan suatu paranoia yang diperlukan, yakni rasa takut. Takut yang dimaksudnya adalah takut gagal. Hal ini menurutnya, akan menjadi dorongan yang sangat kuat agar karyanya disukai.
Fincher memiliki trademark seperti sering memiliki karakter dalam bayangan, di mana penonton tidak bisa melihat wajah mereka. Misalnya Kevin Spacey di Se7en dan Brad Pitt di Fight Club. Ia juga dikenal menuntut banyak kepada aktornya. Tentunya untuk tampil maksimal.
Sementara Pitt merupakan pribadi yang suka tertawa, sering memainkan karakter pemberontak dengan memperlihatkan masalah mental dan sering memainkan individu intens dan bermasalah. Sewaktu duduk di perguruan tinggi – University of Missouri School of Journalism, ia mengambil jurusan jurnalistik dengan fokus advertising, tapi dropped out.
Chemistry Fincher danPitt, mungkin terjalin kuat karena jarak usia keduanya tak terlalu jauh. Fincher lahir 28 Agustus 1962, sedangkan Pitt, 18 Desember 1963. Siapa tahu bukan?
Sumber bahan: imdb.com




Leave a comment
Comments feed for this article