Beberapa hari saya dirawat di rumah sakit. Awalnya, saya pikir saya bisa menyelesaikan novel Orhan Pamuk yang tertunda. Nyatanya, nihil. Berbaring di ranjang rumah sakit dengan tangan terinfus dan semilir AC, ternyata lebih nyaman dihabiskan dengan tidur.

Penyebab sakit sudah barang tentu salah makan dan minum. Hanya tiga suap nasi uduk plus telur bulat pengisi perut saat sarapan. Matahari belum tinggi, satu gelas kopi hitam saya tandaskan. Dalam rentang waktu yang tak lama, saya tergoda memenuhi tawaran ibu-ibu bakul jamu. Saya pesan jamu berisi madu dan telur. Rasanya pahit. Tengah hari, giliran tukang rujak buah. Dan, itulah awal segala malapetaka!

Sorenya, perut bergejolak. Melilit dan serasa ditusuk-tusuk. Bolak-balik ke toilet. Sampai saya capai. Baluran minyak kayu putih tak cukup mengobati. Saya sembat berbaring, namun tak membantu. Menguatkan diri, saya ikuti rapat bulanan di kantor. Ada panganannya. Satu potong martabak telur dan dua potong martabak manis masuk ke perut. Kontraksi lagi, hingga toilet sampai tiga kali saya kunjungi. Akhirnya, bener-bener lemas seperti tentara di ujung kalah perang.

Saya minta seorang kawan mengantar ke rumah sakit. Dilakukan penindakan pada saya dengan memberi cairan infus berwarna merah jambu, lalu obat yang disuntikkan lewat infus. Ajaibnya, ini bisa jadi penawar! Dokter mengatakan saya salah makan, akan diberi obat minum dan boleh pulang karena tak ada indikasi menginap. Untuk itu semua saya harus membayar satu koma enam juta rupiah. Kurang ajar saya pikir rumah sakit di Jakarta ini.

Kurang ajar karena, saat saya di kos malamnya, tak ada perubahan. Malah semakin memburuk. Lemas, terhuyung-huyung ke toilet, muntah ke tempat sampah, tak bisa tidur, ke toilet lagi. Asupan makanan hanya dari roti tawar yang saya paksa-paksakan sampai ditelan. Kondisi mengenaskan ini saya jalani dua hari dua malam. Pagi hari ketiga saya tak kuat lagi. Saya ingin ke rumah sakit dan dirawat di sana.

Walau keadaan diri sama saja, setidaknya ada yang memberi makan tiga kali sehari. Lalu cairan (entah apa itu) masuk lewat infus, karena saya pikir saya banyak kehilangan cairan, infus ini membantu. Ada suster yang mengecek keadaan saya secara periodik. Sekali sehari datang dokter yang irit bicara. Dia cuma berkata, “sudah baikan? hmmm..”. Kadang, sambil menepuk-nepuk perut saya dan bergumam “masih kontraksi.” Lalu, pergi.

Namun, kondisi ini saya syukuri lebih baik dibanding tak berdaya seperti di kos. Tak masalah walau harus menggotong-gotong tongkat infus setiap ke toilet. Teman-teman juga ada yang berkunjung. Menyenangkan sekali!

Kunjungan Teman

Kunjungan Teman

Peduli Anak

Pesepeda melintasi mural yang mengingatkan pemerintah untuk memelihara anak-anak terlantar di jalan Mataram, Yogyakarta, Juli 2012. Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli, diperlukan untuk peningkatan perlindungan bagi anak-anak Indonesia, karena selama ini masih banyak kasus-kasus kekerasan terhadap anak.

“Derajat manusia sama di hadapan Allah. Sang pencipta tidak pernah membeda-bedakan makhluk ciptaannya. Dalam konteks agama, perbedaan terdapat pada tingkat iman dan taqwa, yang diaplikasikan dari amal saleh dan perbuatan baik. Termasuk pada para penyandang disabilitas,” kata Ketua Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Akhmad Soleh.

Dia menyebutkan kekurangan seperti yang dialami dirinya dan rekan-rekannya yang lain, juga mungkin akan dialami oleh orang non-disabilitas. “Kalau kebetulan kita ada kekurangan, juga bukan kehendak kita sendiri,” kata dia.

Menurutnya, semua manusia juga akan merasakan hal yang sama. Namun perbedaannya, ada yang mengalami semenjak lahir, di masa anak-anak, usia dewasa atau di waktu tua.

“Memasuki usia senja, mata juga akan kabur. Kemampuan pendengaran juga akan berkurang,” kata Akhmad, yang terganggu penglihatannya sejak umur dua tahun.

Karena itu, menurut dia, sudah saatnya ada perubahan ideologi. Perubahan yang dimaksud, adalah pola pikir dalam memandang penyandang disabilitas. Terutama, melekatnya stigma pada penyandang disabilitas yang dilihat berbeda dengan orang lain.Akhmad Soleh

Akhmad menilai masih ada jurang pemisah antara penyandang disabilitas dan non-disabilitas. Penuturannya, jika ingin jujur, masih banyak terjadi diskriminasi bagi penyandang disabilitas dalam berbagai bidang kehidupan. Read the rest of this entry »

Tahun 2009, batik diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia. Rakyat Indonesia boleh bangga. Ancaman klaim dari negara tetangga pada batik pun dapat ditanggulangi.

Kebahagiaan juga dirasakan tangan-tangan terampil pengrajin yang selama ini menghasilkan kain batik berbagai motif.

Perkembangan yang cukup baik tersebut tidak hanya berhenti sampai di situ. Harus ada langkah nyata untuk senantiasa memelihara warisan budaya leluhur bangsa. Salah satunya memelihara batik tulis.

Hal ini yang dilakukan salah satu pengrajin batik, Imaroh. Dia adalah ketua kelompok pengrajin batik tulis Sri Kuncoro. Kelompok ini hidup dan berkembang di Karangkulon, Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Daerah Giriloyo telah lama dikenal sebagai sentra batik Yogyakarta. Batik Giriloyo terkenal sebagai batik tangan motif keraton yang halus, dengan ciri khas warna soga atau cokelat.

Imaroh menerangkan, tradisi batik secara turun temurun diwariskan dari empat hingga lima generasi sebelumnya. Sejak dia lahir, masyarakat di Giriloyo sudah membatik. Imaroh sendiri membatik sejak umur delapan tahun.

Menurut dia, rata-rata perempuan di daerah Giriloyo mahir membatik. “Bagi kami perempuan di sini, membatik merupakan pekerjaan yang rutin kami jalani,” kata dia. Dengan sendirinya, lanjut Imaroh, generasi dia sekarang terus mengikuti jejak para pendahulu.

Imaroh menilai penting usaha mewarisi tradisi batik tulis. Selain warisan turun temurun, ia juga merasakan kebanggaan karena melestarikan warisan budaya bangsa. “Istilahnya nguri-nguri budaya,” ujarnya.Image

Menurut Imaroh, generasi muda sedini mungkin harus diajari membatik. Ini dilakukan agar batik tidak lenyap ditelan perkembangan zaman. “Jika tidak diwarisi dan dilestarikan takutnya tradisi membatik luntur atau bahkan hilang. Batik dikenalkan agar mereka mencintai warisan budaya,” tegas dia. Read the rest of this entry »

Cerita Timbul

Ramayana merupakan sebuah karya besar sepanjang sejarah karya sastra. Ramayana terdiri dari tujuh buku mencakup dua puluh ribu stanza. Dalam tradisi seni India, Ramayana merupakan adikavya atau sebagai puisi utama yang sangat berpengaruh.

Wiracarita Ramayana dihubungkan dengan adikavi besar, Mpu Valmiki. Ia mengarang Ramayana sekitar abad 1 SM atau sebelum kitab Mahabharata.

Profesor Timbul Haryono menuturkan, Ramayana juga ditampilkan dalam seni pertunjukan di India. Di daerah Bengal, Biha, dan Orisa, ada pertunjukan patua sangit yang digelar dari rumah ke rumah.

Patua merupakan kain gulungan kanvas yang diberi lukisan gambar adegan dalam Ramayana. Sedangkan, sangit adalah nyanyian. “Ini semacam wayang beber di Jawa. Wayang beber ini sudah ada di Indonesia pada abad X Masehi,” jelas Timbul.

Selain itu, kata Timbul, ada pula seni pertunjukan dalam bentuk wayang kulit. Biasanya di daerah pantai seperti Andhra Pradesh, Tamil Nadu, Kerala, Kartanaka, Maharashtra, dan Orisa.

Dari dua jenis pertunjukan tersebut, episode populer yang ditampilkan seperti adegan pembuatan jembatan (Rama tambak), Sita di Taman Asoka, Sita-svayamvara, dan kemenangan Hanuman.

Pementasan sendratari Ramayana “Sayembara Mantili” dari Provinsi DIY saat pembukaan Festival Ramayana tingkat Nasional di panggung terbuka Ramayana, Candi Prambanan, Jumat (12/10) malam.

Timbul menduga, cerita Ramayan ini masuk ke Jawa dan Bali pada abad IX Masehi. “Bahkan mungkin lebih tua lagi,” sambungnya. Read the rest of this entry »

Putu Fajar Arcana. Saya bertemu dia di Gedung Kesenian Tri Mukti, Taman Wisata Prambanan, pertengahan Oktober lalu.

Ia editor Kompas Minggu. Tugasnya menjaga rubrik Seni (cerita pendek, kritik seni dan puisi). Mula dia bergabung di harian Kompas sebagai koresponden di Bali tahun 1994.

Di Prambanan, Can, begitu panggilan akrabnya, adalah satu di antara pembicara dalam Sarasehan Festival Ramayana. Sarasehan ini merupakan rangkaian acara Festival Ramayana Tingkat Nasional 2012.

Festival Ramayana, seperti disampaikan Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Direktorat Jenderal Kemendikbud RI, Sulistyo S. Tirtokusumo, menampilkan delapan versi sendratari Ramayana.

Pementasan sendratari Ramayana “Sayembara Mantili” dari Provinsi DIY saat pembukaan Festival Ramayana tingkat Nasional di panggung terbuka Ramayana, Candi Prambanan, Jumat (12/10) malam.

Delapan lakon ditampilkan delapan provinsi, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Bali. Gayanya pun sesuai dengan asal wilayah masing-masing. Read the rest of this entry »

Film “Mata Tertutup” diputar perdana di bioskop 15 Maret. Kamis pagi itu, saya menonton televisi. Program Eight-Eleven Metro TV mengulas film ini. Aktris senior, Jajang C. Noer dan Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif Maarif Institute menjadi narasumber. Jajang ambil peran dalam film yang disutradai Garin Nugroho itu. Karena Garin tak dapat hadir di studio, dilakukan telewicara jarak jauh.

Saya sempat bertanya sendiri, film ini baru mau diputar to? Pertengahan Agustus 2011, saya menghadiri konferensi pers film ini di rumah Garin di Yogyakarta. Ternyata kurang lebih tujuh bulan kemudian “Mata Tertutup” baru disuguhkan.

Ketika konpres dilakukan, pengambilan gambar masih berlangsung. Tahap pengerjaan film yang mengambil setting di Yogyakarta ini telah mencapai 70 persen.

Di televisi, Fajar Riza Ul Haq mengatakan film ini dimaksudkan untuk kampanye pendidikan kewargaaan guna membangung karakter bangsa. Ia menilai film sebagai media pendidikan kreatif yang tepat dan cepat diterima oleh semua orang, terutama remaja.

Pendiri Maarif Institute, Ahmad Syafii Maarif saat jumpa pers mengungkapkan, pembuatan film ini didasari untuk memberi penyadaran bahwa ada masalah kebangsaan yang menghantui bangunan ke-Indonesian.

Jajang C. Noer, Ahmad Syafii Maarif (tengah) dan Garin Nugroho saat konferensi pers film "Mata Tertutup" di Yogyakarta, Agustus 2011 lalu.

Read the rest of this entry »

Sederhananya, aktor atau aktris yang baik memainkan lakon di bawah tuntunan peran dan keinginan sutradara. Sementara sang sutradara yang baik, mampu mengarahkan aktor dan aktrisnya tidak hanya sekedar berakting. Namun dapat mencapai tahap menghayati perannya.

Persepsi ideal ini membuat si pemain harus mampu bermain di bawah arahan siapa pun sutradaranya. Demikian juga dengan sutradara. Ia sanggup bekerjasama dengan siapa pun aktor dan aktris.

Dalam sejarah produksi film Hollywood ada director yang lebih dari dua kali bekerjasama dengan aktor yang sama. Kemungkinan yang muncul, bisa jadi faktor chemistry antara keduanya. Atau mungkin juga kolaborasi mereka sukses di film pertama, kemudian penasaran untuk melanjutkan di proyek film berikut.

David Fincher (thatfilmguy.co.uk)

Seperti halnya sutradara dua dominasi Oscar, David Fincher. Pembesut The Social Network ini tiga kali terlibat pembuatan film dengan Brad Pitt.

Read the rest of this entry »

Menjadi manajer di tengah kekejaman industri sepakbola seperti di era gemerlapnya Premier League saat ini memang tak mudah. Faktor tuntutan meraih prestasi, ekspos media pada tim dan para presiden “labil” melipatgandakan level kesulitan sang nahkoda.

“Saya beruntung tidak memulai karir sebagai pelatih di masa ini karena manajemen adalah industri yang sangat kejam,” kata Sir Alex Ferguson di Daily Mail.

Sebelum berhasil mengumpulkan 36 trofi dalam 24 tahun bersama Manchester United, dirinya adalah pelatih yang memiliki kriteria lebih dari cukup untuk dipecat bila menggunakan standar penelian masa sekarang.

Fergie masuk Old Trafford November 1986. Di akhir musim, MU nangkring di posisi 11. Musim berikut, langsung menjadi runner-up di bawah Liverpool. Modal yang bagus untuk memulai musim selanjutnya. Optimisme tersebut muncul, namun kandas oleh kekecewaan. Sembilan laga awal musim tanpa meraih kemenangan. Akhirnya, The Red Devils hanya finish di papan tengah.

Sir Alex Ferguson/bolakita

Hal yang sama terjadi di musim berikutnya atau 1989/1990. Bermodal pemain mahal seperti Paul Ince dan Gary Pallister, MU hanya berada di tepi jurang degradasi menjelang Natal. Fans mulai bersuara, minta Fergie dipecat. Bila ia mengalami hal itu sekarang, dapat dipastikan ia sudah menganggur.

Tapi chairman MU saat itu, Martin Edwards berusaha meyakinkan direksi untuk mempertahankan Fergie. Keyakinan Edwards terbayar di penghujung musim. Skuad MU memenangi Piala FA 1990. Ini gelar yang membuka gerbang kejayaan klub.

Di akhir musim Premier League 2010/2011, ayah tiga anak ini berhasil membawa MU meraih gelar juara liga ke-19, atau rekor terbanyak di negeri Ratu Elizabeth II saat ini. Unggul satu gelar atas Liverpool. Sebelumnya, rekor tersebut dipertahankan Liverpool sejak 1990 silam. Bagi Fergie, ini gelar ke-12 buat MU. Selanjutnya, ia mengoleksi 5 gelar FA Cup, 4 Piala Liga, 9 Community Shield, 2 gelar Liga Champions, 1 Piala Winner, 1 Piala Super, 1 Piala Intercontinental, dan 1 Piala Dunia Antar Klub FIFA.

Dalam ulasannya di tabloid Bola, Sapto Haryo Rajasa mengungkapkan, jika dikaitkan dengan total piala MU sejak berdiri 1878, lelaki yang gemar memasang taruhan di lintasan balap kuda ini mengontribusikan 63% dari 57 gelar United.

Sapto menilai, tidak hanya dari sisi prestasi. Menurutnya, Fergie juga spesial dari sudut pandang kestabilan yang dihadirkan lelaki bergelar OBE (Officer of the Order of the British Empire) dan CBE (Commander of the Order of the British Empire) tersebut di Theatre of Dream.

Fergie, lanjut Sapto, melakoni laga dengan puluhan bahkan ratusan pemain berbeda. Kombinasi antara bintang lapangan hijau yang sudah jadi, pemain semanjana tapi dengan jiwa petarung tinggi, serta legiun muda yang bersedia belajar serius untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.

Read the rest of this entry »

Sheila On 7 saat tampil dalam “One Day Charity” Care for Japan di Jogja Expo Center, Sabtu (26/3).

Eross dan Duta

Pahlawan Bergitar

FACE

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 51,213 hits